Cita-cita
Oktober 4, 2009 Tinggalkan sebuah Komentar

Cita-cita sering hanya dimiliki oleh anak kecil atau kita ketika masih kecil. Tentu Anda masih ingat saat masih imut, “Budi apa cita-citamu nanti hayo?’. Jadi presiden! Eh, ternyata si Budi malah jadi pemain bola, atau kalau tidak malah jadi komedian kayak si Budi Anduk…hehehe. Tapi yang jelas Budi adalah orang paling terkenal di bumi Nusantara ini selain si Badu…
Cita-cita memang kerap terdengar dari mulut anak kecil, polos dan lantang. Coba Anda bayangkan jika kita yang beranjak bangkotan ditanya tentang cita-cita kita, terus dijawab, saya ingin jadi presiden, menteri, atau professor…..jawaban apa yang kita dapet? Mimpi kaleeeee……
Kejadian ini benar-benar real terjadi ketika saya sedang ngobrol dengan seorang teman, membicarakan masa depan masing-masing dan rencana-rencana yang kita buat. Teman saya tersebut ketawa terpingkal-pingkal mendengar saya pengen menjadi bagian orang-orang kaya di bumi pertiwi ini….saya pun ikut ketawa terpingkal-pingkal karena mengingat penghasilan kita waktu itu hanya cukup untuk setengah bulan. Saya dianggap orang paling sukses bermimpi di siang bolong. Hehehehe….tapi saya senang sekali mendengarnya. Kenapa? Saya senang mendengar anggapan berbeda dari teman-teman saya karena mereka membantu untuk memberi jalan ke arah yang saya tuju, nah loh.
Cita-cita, harapan atau bahkan disebut mimpi di siang bolong hanyalah sebuah nama atau istilah yang mewakili tujuan. Dia akan menunggu kita selama kita mau mendatanginya, dan dia akan setia menunggu selama kita tidak pernah putus asa untuk menggapainya. Bagaimana jika cita-cita itu tidak terwujud? Inilah yang menhalangi kita untuk mewujkannya. Dia namanya persepsi yang meragukan. Dia meragukan kemampuan kita untuk mewujudkannya, dia juga menghalangi kaki kita melangkah barang setapak menuju asa…(wuih…puitis banget). Kita perlu mengingat bahwa cita-cita adalah sesuatu yang terhormat, maka dia akan menghormati segala upaya kita untuk mewujudkannya meski perjalanan itu sangat jauh dan kita kita tahu kapan akan sampai. Jadi teruslah bermimpi….apapun itu…..dan mulailah melangkah meski tapakmu hanya sejengkal….

SocialVibe